Berita Terbaru, Regional Papua

LKC Dompet Dhuafa Papua Terus Berupaya Cegah Covid-19 dengan Berikan Edukasi CTPS

localhost/lkc – Berbagai upaya pencegahan penyebaran virus corona (covid-19) terus dilakukan oleh semua kalangan, begitupun oleh Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Papua. Kali ini bersamaan dalam peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia yang jatuh pada tanggal 15 Oktober, LKC Dompet Dhuafa gelar Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada hari Sabtu dan Minggu, 17 dan 18 Oktober 2020.

Sinta selaku Penanggung Jawab kegiatan menjelaskan edukasi ini dilakukan di dua titik berbeda, pertama di Kelurahan Awiyo dan Kedua di Kelurahan Abepantai.

“Kita laksanakan di dua titik berbeda ya, di Wilayah Awiyo dan Abepantai. Di Awiyo peserta yang terlibat ada 21 orang anak laki-laki dan 33 anak perempuan. Kemudian untuk di Abepantai sebanyak 31 anak laki-laki dan 39 anak perempuan. Semua mengikuti kegiatan dengan menggunakan protokol kesehatan ya tentunya, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan pastinya mencuci tangan pakai sabun atau pakai handsanitizer,” ungkap Sinta.

Sinta mengatakan bahwa antusiasme para peserta sangat tergambar sekali, terlihat dari keceriaan dan keriuhan anak-anak selama mengikuti kegiatan tersebut.

Bukan hanya anak-anak, para ibu pun terlihat hadir dan menyaksikan kegiatan edukasi tersebut. Ibu-ibu yang menemani anaknya mengaku senang melihat ada kegiatan seperti ini di daerahnya.

“Sangat senang ada kegiatan seperti ini, harapan kita ada lagi kegiatan lainnya yang mengajak anak-anak ikut serta,” tutur Ira (38 tahun) salah seorang Ibu yang anaknya menjadi peserta edukasi.

Sebagai bentuk apresiasi, para anak yang hadir pada acara edukasi CTPS kali ini diberikan bingkisan oleh LKC Dompet Dhuafa Papua.

“Kami berikan bingkisan hadiah bagi anak yang berani mendemonstarikan langsung cara cuci tangan pakai sabun yang benar, dan bagi semua anak yang telah hadir juga diberikan bingkisan, tujuannya agar mereka semangat untuk membiasakan dirinya mencuci tangan pakai sabun,” jelas Sinta.