Sedih Ditinggal Ibu

Murtazah 22 tahun mengungsi di Indonesia tepatnya di Cisarua, Bogor sejak 2014. Dia meninggalkan negaranya Afghanistan karena alasan keamanan.

“Saya meninggalkan negara saya karena tidak aman” tutur Murtazah.

Awaz (62th) kiri, Murtazah (22th) kanan

Selama menjadi pengungsi di Indonesia Murtazah dan orang tuanya Ibu Syakila 48 tahun serta Bapak Awaz 62 tahun tidak diperkenankan bekerja oleh Pemerintah Indonesia.

“Tidak boleh bekerja selama di Indonesia, pengungsi tidak diizinkan untuk bekerja” ungkap Murtazah.

Sehari-hari Murtazah jarang sekali keluar rumah, ia hanya menghabiskan waktunya dirumah dan sesekali keluar untuk bersosialisasi. Murtazah sudah bisa berbahasa Indonesia, sehingga tidak sulit untuk menjalin komunikasi dengan tetangga sekitar. Tidak seperti kedua orang tua Murtazah yang sama sekali tiak bisa berbahasa Indonesia, hanya menggunakan bahasa Persia Afgani.

Kepergian alhamarhumah Ibunya beberapa hari yang lalu menjadi kehilangan terbesar Murtazah. Dia merasa seperti kehilangan setengah jiwanya, beberapa hari seperti merasa stress dan sedih. Bahkan Murtazah merasakan kebingungan karena masih tidak menyangka bahwa Ibunya harus meninggalkan dia dan ayahnya untuk selama-lamanya.

“Strees setelah ibu meninggal, sedih, seperti tidak tahu mesti berbuat apa” tutur Murtazah.

Ibunda Murtazah, Syakila menderita penyakit kanker usus. Almarhumah Syakila berjuang melawan penyakitnya sejak tahun 2015. Beberapa kali masuk rumah sakit namun tidak dengan intensitas yang sering.

Penyakit itu kemudian semakin menggerogoti tubuh Syakila. Hingga tahun 2017 dibulan September Syakila masuk rumah sakit dengan kondisi yang semakin memburuk.

Dalam waktu seminggu Syakila mendapatkan empat kali penanganan operasi.

“seminggu empat kali operasi di rumah sakit Jakarta” kata Murtazah.

Hingga akhirnya maut tak dapat diindahkan dan Syakila pergi meninggalkan keluarga selama-lamanya.

Tim LKC yang beranggotakan Mamat, Sigit dan Budi menyampaikan amanah dari para donatur berupa santunan sebesar Rp 5.000.000,- kepada keluarga Murtazah.

Bantuan ini diterima dengan bahagia oleh Murtazah.

“terima kasih banyak atas bantuannya” tutur Murtazah.

Tim RDK, Murtazah dan Awaz berdoa untuk almarhumah Syakila

Mamat mendoakan semoga Alharhumah Syakila diterima di sisi Allah dan penyakitnya menjadi penebus dosa serta mampu mensucikan almarhumah kemudian keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. (BS)

Jika anda berniat untuk membantu para pasien RDK maka donasikan infaq anda
Ke Rek di bawah ini :

1.BANK Mandiri KCP Ruko Juanda
an.DOMPET DHUAFA REPUBLIKA
Acc; 128.000.473.4569

2.BSM
An.LKC DD REPUBLIKA
Acc : 700.049.9646

3.BCA KCP CIRENDEU
An.YAYASAN DOMPET DHUAFA REPUBLIKA
Acc : 676.030.2340

Code :123 contoh Rp 2000.123

Tags: , ,

Leave a Reply

KANTOR PUSAT LKC – LAYANAN KESEHATAN CUMA CUMA

Gedung LKC
Ciputat Mega Mal Blok D-01
Jl. Ir. H. Juanda No 34
Ciputat 15414

Telp.        : 021 – 7416262
Fax.         : 021 – 7416171
Website  : lkc.dompetdhuafa.org

HOTLINE KERJASAMA

  • Santi Deliani,
    [0878-8123-6630(Whatsapp)]

Nomor Rekening Donasi

Bank Mandiri BNI Syariah Bank Central AsiaBank Muamalat

KANTOR PUSAT LKC

Gedung LKC
Ciputat Mega Mal Blok D-01
Jl. Ir. H. Juanda No 34
Ciputat 15414

Telp.        : 021 – 7416262
Fax.         : 021 – 7416171
Website  : lkc.dompetdhuafa.org