Nuansa Indah Keimanan

Keimanan ibarat tanaman, yang bisa tumbuh subur atau sebaliknya. Ia tumbuh baik ketika ditempatkan di lingkungan yang baik, dan dipupuk dengan nilai-nilai kebaikan. Ia tumbuh subur ketika disirami dengan cahaya ibadah dan dipelihara dari hama pengganggu berupa hal-hal yang dapat merusak. Pada akhirnya keimanan tumbuh subur dalam jiwa yang selalu memeliharanya, dan meranggas kering pada jiwa yang melalaikannya.

Tanaman yang diperlakukan secara baik, akan tumbuh menjadi tanaman yang rimbun, bahkan menghasilkan buahn pada setiap musim. Itulah perumpamaan yang Allah sampaikan dalam al Quran surah Ibrahim ayat 24-26 :

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, (pohon) itu menghasilkan buah pada setiap waktu dengan seizin Rabbnya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.”

Maka keimanan yang Allah karuniakan kepada kita, adalah hal yang harus kita pelihara, karena tanpa pemeliharaan yang baik, ia laksana modal yang dimiliki seorang pedagang yang tidak pernah dikembangkan, padahal setiap hari sang pedagang harus memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka jadilah ia kerdil dan mengecil, bahkan pupus ditelan waktu.

Berapa banyak orang yang Allah cabut hidayahnya sehingga menjadi orang yang lemah dan kehilangan identitasnya sebagai muslim sejati, bahkan murtad ? Na’udzubilahi min dzalik

Maka bersyukurlah saat kita masih memiliki iman, masih mampu membedakan mana perbuatan baik dan mana yang buruk. Masih mampu menggapai keridoan Allah dengan amal-amal kita. Masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk mempelajari agama kita secara rutin. Masih Allah izinkan berada di tengah-tengah orang baik. Karena itu semua adalah pintu-pintu kebaikan.

Renungkanlah, bahwa iman yang ada dalam dada, getar yang muncul saat bersama Allah, adalah nikmat dan anugerah tak terhingga yang Allah berikan untuk kita. Karena begitu banyak orang yang tidak mengenal agama ini, atau mengenalnya sebatas nama, atau mengenal namun tidak menguasai jiwanya, hingga kehidupannya jauh dari nilai-nilai Islam.

Allah-lah yang menjadikan seseorang cenderung kepada keimanan, senderung kepada kebaikan, bahkan Allah yang menjadikan keimanan itu indah dalam hati seseorang, sebagaimana yang Allah gambarkan di surah al Hujurat ayat 7 – 8 :

“…Tetapi, Allah menjadikan kalian cinta pada keimanan dan menjadikan (iman) itu indah dalam hati kalian serta menjadikan kalian benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”

Maka bersyukurlah ketika kita masih mencintai kebenaran dan membenci kefasikan, Menyukai hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah dari hal yang sebaliknya. Selalu bersemangat dalam melakukan hal yang bermanfaat dan tak tergiur kenikmatan duniawi yang fana. Lebih memilih menjadi orang ‘asing’ yang berbeda dari orang kebanyakan dalam selera, sikap, cara pandang, cara bergaul, gaya hidup, dsb.. Karena di zaman seperti sekarang ini, seolah-olah segala hal menjadi terbalik : yang salah malah disukai, yang benar malah dijauhi, yang benar disalahkan, yang salah dibenarkan, yang pengikutnya sedikit dijauhi, yang pengikutnya banyak digemari. Juga, kecenderungan untuk melalaikan waktu dengan hal yang sia-sia seolah menjadi biasa. Kegiatan yang sia-sia dipilih dan dinikmati, namun kegiatan bermanfaat dibenci. Maka terjadilah kerusakan di muka bumi, kriminalitas dan pornografi/aksi meningkat, disebabkan jauhnya nilai-nilai Islam dari umatnya. Na’udzubillahi min dzalik.

Semoga Allah selalu menambah hidayah-Nya kepada kita semua, hingga iman itu tumbuh indah dalam hati kita, berkembang kokoh melindungi kita baik di dunia maupun di akhirat, hingga mampu melahirkan kebaikan kepada sekeliling kita dengan buahnya yang nikmat. Aamiin.

Oleh : Siti Rostina (Kepala Bagian Logistik LKC Dompet Dhuafa)

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

KANTOR PUSAT LKC – LAYANAN KESEHATAN CUMA CUMA

Gedung LKC
Ciputat Mega Mal Blok D-01
Jl. Ir. H. Juanda No 34
Ciputat 15414

Telp.        : 021 – 7416262
Fax.         : 021 – 7416171
Website  : lkc.dompetdhuafa.org

HOTLINE KERJASAMA

  • Santi Deliani,
    [0878-8123-6630(Whatsapp)]

Nomor Rekening Donasi

Bank Mandiri BNI Syariah Bank Central AsiaBank Muamalat

KANTOR PUSAT LKC

Gedung LKC
Ciputat Mega Mal Blok D-01
Jl. Ir. H. Juanda No 34
Ciputat 15414

Telp.        : 021 – 7416262
Fax.         : 021 – 7416171
Website  : lkc.dompetdhuafa.org