Akal Untuk Allah

Allah SWT mengaruniakan manusia kelebihan dari makhluk lainnya, yaitu keberadaan akal. Akal yang  membedakan manusia dari ciptaan Allah yang lainnya. Dengan akal inilah maka manusia dapat berfikir, menganalisa, dan mencari solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapinya. Dan ini sejalan dengan amanah yang dipikul manusia sebagai khalifah/pemimpin di muka bumi.

Maka hendaknya akal seseorang tidak keluar dari fungsinya, yaitu mempertimbangkan semua sikap dan tindakan yang akan diambil. Keberadaan akal bukanlah untuk hal-hal yang bertentangan dengan perintah Allah. Akal yang paling agung dan tinggi derajatnya adalah akal yang digunakan untuk Allah dan kepentingannya di akhirat.

Yang dimaksud dengan akal yang digunakan untuk Allah yaitu :

Pertama, akal yang digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah dalam al quran. Allah menurunkan al Quran tidak sekedar untuk dibaca, tapi lebh jauh dari itu adalah untuk diamalkan. Membaca hanyalah sekedar sarana, maka ia dijadikan salah satu amalan. Sudahkah kita merutinkan membaca al Quran dan mantadabburi isinya agar kita bisa memahaminya ? Jika belum maka mulailah dari sekarang agar akal kita memahami arahan, perintah, dan larangan Allah SWT.

Kedua, memikirkan dan mengambil pelajaran dari ayat Allah yang nyata, yaitu alam semesta. Kemudian menyimpulkan dari fenomena ayat-ayat tersebut keagungan nama Allah, sifat-Nya, hikmah dan keakuratan ciptaan-Nya, kebaikan, serta kemuliaan-Nya. Allah menganjurkan agar memikirkan dan mentadabburi keagungan Allah dalam ayat kauniyah tersebut dan mencela orang yang lalai darinya.

Ketiga, memikirkan nikmat Allah yang bermacam-macam yang diberikan kepada semua jenis makhluk-Nya. Memikirkan keluasan maghfirah, rahmat, kasih sayang, dan pertolongan  Allah kepada hamba-Nya.

Tiga alokasi akal tersebut mengantarkan seseorang kepada makrifat Allah, cinta kepada-Nya, takut dan berharap kepada-Nya. Jika seseorang hamba senantiasa melakukan pemikiran dalam hal-hal tersebut dan disertai dengan zikir, maka hatinya akan disibghat (diwarnai) dengan makrifat Allah dengan warna yang sempurna.

Keempat, memikirkan tentang kekurangan, cacat dan kelemahan jiwa, penyakit yang dideritanya, juga kekurangan amal-amalnya. Berfikir dalam hal ini besar sekali manfaatnya. Ia mampu memecahkan jiwa yang selalu memerintahkan kepada keburukan. Jika jiwa sudah pecah, maka yang hidup adalah jiwa yang muthmainnah, yang selalu memerintahkan kepada kebaikan.

Kelima, memikirkan kewajiban dan tugas yang terkait dengan waktu. Ia juga fokus dan berkonsentrasi dalam menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Orang yang makrifat sangat memperhatikan masalah waktu. Jika ia menyia-nyiakan waktu, maka semua kebaikan yang dimiliki akan hilang karena semua kebaikan bermula dari waktu. Jika waktu disia-siakan, maka ia tak akan bisa mengejarnya kembali. Imam Syafi’I berkata, “Aku menemani kaum sufi, tapi aku tidak mengambil manfaat kecuali pada dua kalimat, pertama ‘Waktu adalah pedang lawanmu, jika engkau tidak mematahkannya, maka kamu yang terbunuh.’ Kedua ‘Jika jiwamu tidak sibuk dalam kebenaran, maka ia akan sibuk dalam kebatilan’.

Maka Saudaraku,  bagaimanakah dengan akal kita, sudahkah ia disibukkan dengan kelima hal ini ? Hanya Allah SWT dan kita yang mengetahuinya. Wallohu a’lam.

Di tulis oleh : Siti Rostina, Kepala Bagian Logistik LKC Dompet Dhuafa

Maroji’ : Penawar Hati yang Sakit, Ibnul Qayyim Al Jauziyah

Tags: , ,

Leave a Reply

KANTOR PUSAT LKC – LAYANAN KESEHATAN CUMA CUMA

Gedung LKC
Ciputat Mega Mal Blok D-01
Jl. Ir. H. Juanda No 34
Ciputat 15414

Telp.        : 021 – 7416262
Fax.         : 021 – 7416171
Website  : lkc.dompetdhuafa.org

HOTLINE KERJASAMA

  • Santi Deliani,
    [0878-8123-6630(Whatsapp)]

Nomor Rekening Donasi

Bank Mandiri BNI Syariah Bank Central AsiaBank Muamalat

KANTOR PUSAT LKC

Gedung LKC
Ciputat Mega Mal Blok D-01
Jl. Ir. H. Juanda No 34
Ciputat 15414

Telp.        : 021 – 7416262
Fax.         : 021 – 7416171
Website  : lkc.dompetdhuafa.org