Tim Medis Dompet Dhuafa Temui Pasien Campak dan Kurang Gizi Asmat, Papua

Agats, Papua–Tim assesmen awal kolaborasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Dompet Dhuafa yang diwakili oleh LKC Papua telah tiba di lokasi Kasus Luar Biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Agats, Asmat, Kamis (18/01/2018).

Agenda awal tim tersebut dituturkan oleh dr. Safitri untuk melakukan koordinasi ke posko KLB Campak Gizi Buruk. Posko tersebut merupakan tempat semua tim kemanusiaan yang akan bertugas di wilayah ini. Posko bencana wabah ini ditempatkan di distrik Agats, kantor dinas kesehatan, Gedung Pendidikan Wawasan Kebangsaan Worou Cem.

Selain dari itu tim medis yang berisi tiga orang ini menemui Dr. Steven Langi, Kabid Kesmas Dinkes Kab. Asmat sekaligus Penanggung Jawab Satgas Penanggulangan KLB.

“Di tempat ini akan dibuat dan diinisiasi Pos Layanan Kesehatan dan Pendampingan Nutrisi Keluarga, yang akan berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI),” tutur dokter LKC Papua ini.

Di RSUD Agats juga, mereka sempat menemui pasien kurang gizi dan campak tersebut. Menurutnya kondisi mereka memprihatinkan.

“Untung saja kini mereka sudah ditangani secara medis, tapi membutuhkan perawatan lanjutan dan intensif,” lanjut Fitri (sapaan dr. Safitri)

Sebagai gambaran hasil temuan awal kondisi pasien campak sebanyak 10 anak. Untuk gizi buruk ditemukan sebanyak 12 anak. Dan total pasien yang meninggal adalah 67 orang.

Kesemuanya ditemukan di distrik Pulau Tiga sebanyak 37 orang, Distrik Fayit sebanyak 14 orang, Distrik Aswi sebanyak 8 orang, Distrik Akat sebanyak 4 orang, dan temuan di RSUD sebanyak 4 orang.

“Kemungkinan itu akan bertambah bila tidak ditangani secara cepat dan tepat,” tutur dr. Safitri.

Tantangan lainnya dari wilayah ini diakui olehnya adalah susahnya mendapatkan transportasi.

“Kami harus naik speedboat untuk mengakses ke distrik-distrik yang ditempuh selama sehari,” lanjutnya.

Selain dari itu, Safitri juga menuturkan bahwa tantangan lainnya adalah kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kalau mau mendapatkan air bersih, dari air hujan. Ini mungkin karena daerah sekitar sini adalah rawa,” ujarnya.

Leave a Reply