Indiah Karyawati: Relawan Karena Senang Menolong Teta

Di sebuah kompleks di jalan Legoso Raya, Gang Hikmah. Tampak sebuah rumah besar dengan tiang pancang bertuliskan, Posyandu Melati I. Rumah itu adalah milik Indiah Karyawati (47), seorang ibu rumah tangga (IRT) yang merelakan sebagian halamannya menjadi salah satu Posyandu yang membawahi Puskesmas Pisangan.

Posyandu ini terpilih menjadi salah satu pilot project dari program JKIA LKC Dompet Dhuafa setelah mendapatkan rekomendasi dari Puskesmas Pisangan untuk pendampingan Posyandu Melati I, karena Posyandu ini memiliki jumlah sasaran banyak tapi kunjungan pasien sedikit. Purwati Pujiastuti.

Di sebuah rumah bertingkat dua ini, Posyandu ini sempat mengalami masa sulit, khususnya dalam mencari tanah untuk pendiriannya. Setahun lalu, Ibu Indiah Karyawati ini mengizinkan pekarangan rumahnya dipakai sebagai pusat kegiatan Posyandu yang telah didirkan sejak tahun 2014.

Alasan itu menjadikan Danan Pangiwisastra dari LKC Dompet Dhuafa menganggap Indiah Karyawati ini sebagai salah satu relawan terbaik di LKC Dompet Dhuafa Janten.

“Bu Diah adalah orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi, dia rela menyumbangkan tenaga dan pikiran. Serta harta untuk kepentingan masyarakat banyak. Rumahnya dipakai tanpa biaya apapun. Jarang orang yang berbesar hati seperti Ibu Diah (sapaan Indiah Karyawati),” tutur salah satu penanggungjawab program JKIA ini.

Rumah Diah ini dipilih sebagai Posyandu karena diantara seluruh rumah warga di RT-nya, hanya rumahnya yang memungkinkan secara ukuran untuk melaksanakan kegiatan berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak.

Isteri dari mantan ketua RT ini, adalah anggota dari Posyandu yang diketuai oleh Purwati Pujiastuti. Dalam pengakuannya, dia menuturkan apa yang dia lakukan saat menjadi kader adalah inisiatif tanpa didasari tendensi apapun.

Indiah Karyawati di kegiatan Posyandu (foto: Danan Wisastra)

“Ada senang saat menolong orang, apalagi warga sektiar kita,” pungkasnya saat ditanya soal alasannya terlibat di kegiatan-kegiatan relawan kesehatan ini.

Hingga hari ini dia dan kesemua rekannya melayani ratusan ibu-ibu yang membutuhkan pelayanan kesehatan JKIA di kawasannya. Dia kemudian menambahkan,

“Saya akan senantiasa mengabdi, karena ini panggilan hati saya.”

Leave a Reply