Dua Saudara di Bantu Oleh Tim RDK LKC Dompet Dhuafa Melakukan Kontrol Akibat Kecelakaan

Diruang poli saraf RS. Polri Kramat Jati, Purwati Wulandari 18 tahun, bersama saudaranya Arif 16 tahun dan tim Respon Darurat Kesehatan (RDK) Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menunggu antrian cukup lama untuk melakukan kontrol ke poli syaraf. (Senin, 18/09/2017)

Sebelumnya Tim RDK mendapat laporan dari direktur LKC (Miza Elman), bahwa ada pasien bernama Wulandari ingin melakukan kontrol ke rumah sakit. Namun pasien menunggu proses pembuatan BPJS nya selesai. Sejak bulan Maret 2017 pembuatan BPJS non PBI sudah diurus oleh Tim RDK. Tetapi hingga bulan September ini BPJS yang sudah terdaftar belum bisa dibayarkan, dengan alasan karena nomer virtual acountnya belum juga keluar.

Setelah dicek ke BPJS pusat  oleh Budi Rahmat selaku penanggungjawab BPJS di LKC ternyata sudah tidak berlaku, sehingga harus didaftarkan BPJS baru. Kemudian harus meunggu dua Minggu baru bisa digunakan.

Purwati yang merupakan member dari LKC lalu diantarkan ke Rumah Sakit POLRI Kramat Jati untuk melakukan kontrol ke bagian syaraf. Pasien diantarkan dengan ambulance LKC di kediamannya jalan Asy-Safi’iyah di Rt 003 Rw 003 Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung Jakarta Timur.

Tenyata bukan hanya Purwati, adik kandung Purwati yang bernama Arif Kurniawan (16 tahun) juga sudah menunggu untuk melakukan kontrol kerumah sakit. Arif Kurniawan pun adalah pasien RDK yang mengalami kecelakaan sama dengan Kakaknya.

Selanjutnya Tim RDK dengan perawat bernama Lini, ditemani oleh seorang driver bernama Mamat membawa mereka berdua untuk kontrol kerumah sakit.

Rombongan kemudian tiba dirumah sakit pukul 12:00 WIB. Lini langsung mendaftarkan kedua pasien ke bagian Poli Syaraf dengan status pasien umum. Dokter Joko Nafianto, SpS  memeriksa keduanya dan memberikan resep yang ditanggung oleh Tim RDK.

Purwati Wulandari dan Arif Kurniawan merupakan putra-putri dari Sudarsono (53 tahun). Keduanya sama-sama mengalami kecelakaan.

Purwati mengalami kecelakaan motor tanggal 23 Maret 2017. Kejadian naas itu terjadi ketika ia pulang kerja pukul 23:00 malam didepan gang rumahnya. Tubuhnya terpental dan kepalanya terbentur aspal.

Pada kejadian tersebut Purwati mengalami koma dan dilarikan ke UGD RS Polri. Akibat kecelakaan tersebut Purwati diharuskan masuk ke ruangan operasi dengan biaya sebesar Rp 25.000.000,-. Darsono orang tua Purwati yang hanya seorang kuli bangunan tak bisa berbuat banyak melihat tagihan yang begitu besar. Ia hanya berharap ada keajaiban dari Allah untuk membantu dia beserta anaknya yang sedang koma.

Beberapa tetangga dan sahabatnya banyak yang membantu, namun belum bisa menebus anaknya dari rumah sakit. Doa akhirnya terjawab, Allah menolong Darsono melalui Tim RDK LKC Dompet Dhuafa bekerjasama dengan LAS Mandiri membayarkan tagihan ke rumah sakit, karena pembayaran saat itu pasien masuk kategori  umum.

Tak lama Wulandari tertimpa musibah, kemudian menyusul adiknya, Arif Kurniawan yang mengalami musibah yang sama. Kecelakaan menerpa Arif saat dibonceng oleh temannya, motor tersebut menabrak sebuah pohon yang menghantam kepala Arif hingga tulang kepalanya retak. Kecelakaan tersebut membuat Arif harus digotong kerumah sakit.

Kemudian tim RDK membawa kedua pasien ini kontrol, karena beberapa waktu yang lalu mereka merasakan sakit dibagian kepala. Tempat dimana luka bersarang pada kecelakaan motor kala itu. MIS/BC

Jika anda berniat untuk membantu para pasien RDK, donasikan infaq anda
Ke Rekeing di bawah ini

1.Bank Mandiri KCP Ruko Juanda an.DOMPET DHUAFA REPUBLIKA
Acc; 128.000.473.4569

2.Bank Syariah Mandiri (BSM) an. LKC DD REPUBLIKA
Acc : 700.049.9646

3.BCA KCP CIRENDEU an.YAYASAN DOMPET DHUAFA REPUBLIKA
Acc : 676.030.2340

Tambahkan kode 123 dibelakang donasi anda.

Code :123 contoh Rp 2.000.123,-

Leave a Reply