Perjuangan Tim RDK LKC Dompet Dhuafa Mengadvokasi Ibu Sumiati Yang Berjuang Melawan Kanker Payudaranya

 

RDK LKC Dompet Dhuafa

lkc.dompetdhuafa.org- Tim Respon Darurat Kesehatan (RDK) Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) melakukan advokasi pasien Kanker Payudara bernama Ibu Sumiati (33 tahun) dari Cikarang ke Yogyakarta. (12/07/017).

Sebagai aksi nyata dari tagline “sehat milik semua” LKC Dompet Dhuafa melalui Tim RDK banyak melakukan aksi advokasi, kunjungan pasien dan aksi-aksi darurat lainnya yang berhubungan dengan kesehatan. Salah satunya mengadvokasi Ibu Sumiati yang sudah dua tahun berjuang melawan penyakit kanker payudara stadium 4. Tidak tanggung-tanggung, perjalanan advokasi dilakukan dengan jarak Cikarang ke Yogyakarta.

Sudah dua tahun pasein Sumiati, dirawat di rumah sakit kanker Dharmais, belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kanker payudara (ca mammae) yang diderita Sumiati masih terus menyebar ke seluruh tubuhnya yang semakin hari semakin melemah.

Tim medis rumah sakit Dharmais, Jakarta telah melakukan upaya semaksimal mungkin untuk mengobati Sumiati, akan tetapi kanker yang mendera tubuh Sumiati semakin tidak terkendali. Pihak Dharmais menyarankan agar Sumiati melakukan perawatan dirumah (palliative care). Gadung Hartadi (30 tahun) selaku suami dari Sumiati bisa menerima penjelasan yang diberikan oleh pihak Dharmais.

Suami dari Sumiati mempunyai inisiatif lain untuk membawa istrinya berobat di kampung halamannya Yogyakarta. Setelah berpamitan dari rumahnya di Villa Mutiara Cikarang l Blok G.9/22 Desa Ciantra, Cikarang Selatan, Bekasi  Tim RDK mulai perjalanan menuju RS. PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada Pukul 2.00 dinihari, Kamis (13/7/2017).

Pasien dibawa ke Yogyakarta atas permintaannya sendiri dan disetujui oleh keluarganya. Pasien rupanya ingin lebih dekat dengan orang tuanya, sehingga meminta diantarkan ke Yogyakarta.

“Permintaan awalnya harus pulang ke Yogya, karena kan rumahnya, rumah orang tuanya di Wonosari dan rumah mertuanya di Klaten” ungkap Mamat Ismanto selaku tim RDK LKC kepada Staff Media LKC Dompet Dhuafa.

Dukungan LKC Dompet Dhuafa selain menyediakan mobil ambulance, adalah menyediakan satu orang perawat (Iqbal Maulana Utomo). Perawat disediakan untuk mengantisipasi kondisi terburuk korban ketika diperjalanan. Banyaknya perbaikan jalan menjadi hambatan Tim RDK dalam mengendalikan laju mobil ambulance. Dengan kondisi jalanan yang menerapkan sistem buka tutup dan antri, membuat Iqbal sampai harus turun ke jalan meminta polisi untuk membuka jalan.

Perjalanan hampir memakan waktu 20 jam, Mamat selaku tim RDK menerangkan bahwa mobil Ambulance melaju pelan, mengingat kondisi pasien yang selalu mengerang kesakitan ketika berada didalam mobil.

“Kita tidak bisa ngebut ya, karena kesakitan pasiennya” tutur Mamat kepada Staff media LKC.

Di daerah Sempiyung Sukaraja, Tim RDK sempat mencoba mengganti perban karena luka Sumiati sudah kotor. Sepanjang perjalanan pasien terkadang mengeluh menahan sakit yang luar biasa.

Kondisi pasien menurun ketika diganti perbannya, Mamat mengungkapkan ketika pasien di cek tensi tekanan darahnya berada di angka 90/60. Dengan kondisi pasien yang semakin menurun Mamat berinisiatif untuk mempercepat laju kendaraan sampai ke Rumah Sakit. Tujuannya agar pasien segera sampai di rumah sakit.

Setelah hampir 20 jam menempuh perjalanan, akhirnya rombongan sampai di Rumah Sakit PKU Muhammadiah Yogyakarta. Sesampainya dirumah sakit pasien ternyata bukan masuk kategori alih rawat, akan tetapi masuk awal ke rumah sakit. Berkat kesigapan dari M Iqbal Utomo selaku perawat LKC Dompet Dhuafa yang berhasil meyakinkan pihak rumah sakit, akhirnya pasien langsung ditangani oleh pihak Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

TIm RDK LKC Dompet Dhuafa kemudian meninggalkan pasien yang sudah ditangani oleh Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Yogyakarta. Tim RDK LKC Dompet Dhuafa berharap adanya keajaiban yang diberikan oleh Allah yang maha menyembuhkan, mengingat kondisi pasien yang sudah divonis kanker payudara stadium 4 dan sudah menyebar.

Leave a Reply