Iskandar Hadinata (41); Tetap Semangat ditengah Rutinnya Cuci Darah

lkc.dompetdhuafa.org-(Tangsel)Jika sebagian orang justru menjadikan sakit sebagai alasan untuk tidak beraktifitas, lain halnya dengan Iskandar Hadinata (41), ia justru tak menjadikan alasan sakit gagal ginjalnya sebagai alasan untuk berpangku tangan dan tidak melakukan kegiatan apapun.

Bagi suami dari Yartati (40) memenuhi nafkah keluarga adalah martabat yang harus dijunjung, ia tak rela perannya digantikan oleh siapapun termasuk istri tercintanya, disela menahan rasa sakitnya, Iskandar tetap memegang kendali nahkoda rumah tangganya dengan baik, ia tunaikan semua kewajibannya tanpa mengeluh sedikitpun.

Iskandar yang telah divonis dokter gagal ginjal sejak tahun 2008 itu tak patah arang dalam berusaha, ia yang telah di putus hubungan kerjanya sebagai distributor farmasi semenjak sakit terus berusaha dengan membuka warung klontongan di rumahnya secara kecil-kecilan, namun karena modal tidak mencukupi sementara biaya kehidupan semakin tinggi alhasil warungpun semakin hari makin menyusut penjualannya.

Ayah dari Ni Keisha (7) itu menyadari hidup harus tetap berjalan, ia menyadari anak semata wayangnya kini semakin besar, yang secara otomatis membutuhkan biaya lain selain kebutuhan pokok sehari-hari. Ia terus berpikir keras bagaimana mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi keluarga kecil tercintanya. kegigihan dalam berusahanya ia buktikan dengan melakukan banting stir terjun totalitas dengan berprofesi sebagai pengemudi ojek online.

“Saya harus bekerja pak, bagaimana mungkin saya diam dirumah sedangkan saya punya tanggung jawab terhadap keluarga, saya yakin bahwa umur ada yang mengatur, toh yang sehatpun kalau sudah ajalnya mah akhirnya meninggal juga,”ungkap warga Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang-Tangsel itu kepada Staff Media LKC Dompet Dhuafa saat ia membuat kartu member LKC Dompet Dhuafa, Rabu (03/05/2017)

Dengan kondisi saat ini, Iskandar tetap bersyukur, semangatnya untuk tetap berusaha semaksimal mungkin kian hari makin meningkat, salah satu penyebabnya adalah karena ia dikelilingi oleh orang-orang yang mampu mensuport dia, terutama sang istri sebagai penyemangat hidupnya.

“Awalnya emang saya gak terima, namun karena sering kumpul dengan orang-orang yang senasib dalam sakitnya, akhirnya perlahan saya bisa bangkit kembali, apalagi istri saya orangnya sangat luar biasa mengurus saya, dia gak pernah ngeluh sedikitpun makanya saya amat bersyukur banget dengan anugrah semuanya,”pungkasnya (Goesmoeh)

 

 

Leave a Reply