Zehta Kurnia Santika (26) ; Ketua DKM Termuda di Masjid Tertua

Lkc.DompetDhuafa.org (Jakarta)-Diusianya yang terbilang belia,  Zehta Kurnia Santika (26) ternyata sudah membuktikan kiprahnya, tak tanggung-tanggung ia menjabat sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Ar-Ruhama. Amanah yang biasanya dipegang oleh Tokoh yang paling dihormati dilingkungan tersebut, kini justru diemban oleh seorang anak muda.

“Saya diangkat jadi pengurus tahun 2015 waktu itu usia saya sekitar 24 tahun, saya mencoba menjalankan amanah berat ini dengan sungguh-sungguh,”ungkap Zehta Yakin.

Suami dari Bela Dini Mezani(24) itu menuturkan bahwa ia merasa tidak asing dengan lingkungan Masjid Ar-Ruhama, sebelum diangkat jadi ketua DKM, Zehta merupakan kader dari Remaja Masjid Ar-Ruhama

“Kita Mencoba lebih produktif, lebih visioner dan lebih dapat mengembangkan program-program keumatan, selama ada sinergi dengan semua lapisan usia terutama dengan para sepuh, di Masjid ini semua aspirasi akan kita tampung dan kita beri kesempatan untuk semua organisasi yg mau ikut berkiprah di Masjid ini,”ungkap ayah dari Abelza (2) dan Hamiza (10 bln) pada Staff Media LKC Dompet Dhuafa saat menyambangi masjid nya, Selasa (21/03/2017)

Zehta berharap bahwa banyak organisasi atau lembaga yang berkiprah bareng di Masjid Tertua di Warakas itu, dan salah satu kegiatan yang saat ini akan di bentuknya bersama LKC Dompet Dhuafa adalah pembentukan Pos Sehat Bindu PTM. Ar-Ruhama.

“Salah satu kegiatan yang saat ini akan kami bentuk adalah Pos Sehat Bindu PTM, pos sehat ini hasil kerja sama LKC Dompet Dhuafa dengan Masjid Ar-Ruhama,”Kata Almun dari Binus itu.

Zehta bersyukur dalam masa khidmatnya ada program khusus kesehatan, ia merasa yakin bahwa program tersebut sangat tepat bagi warga yang ada di lingkungannya, apalagi dilingkungan Masjid Ar-Ruhama banyak sekali lansia yang tingkat kesehatannya sangat beresiko.

“Seperti tadi di paparkan bahwa saat ini penyakit yang menyebabkan resiko kemtian telah mulai bergeser dari penyakit menular ke penyakit tidak menular, maka benteng awal pemeriksaan terhadap resiko penyakit tersebut harus lebih dekat dengan masyarakat yang rentan dengan resiko pengidap penyakitnya”pinta Zehta mengakhiri (Goesmoeh)

 

Leave a Reply