081-808-944-888 layandonatur@lkc.or.id

KANKER NASOFARING MERENGGUT MASA MUDA ASRORI

LKC.DompetDhuafa.org Pandeglang-Sudah hampir 1 tahun lamanya Asrori (19 tahun) berjibaku dengan penyakit kanker nasofaring. Berawal ketika Asrori berkativitas seperti biasa bersama dengan teman-temannya di sebuah SMA di Kp. Pasilihan Sengked, Panjang Jaya Mandalawangi Pandeglang, tiba-tiba keluar darah dari mulut dan hidungnya, memang awalnya ada benjolan disisi kanan leher Asrori, sudah berlangsung sekitar satu tahun sebelumnya, namun tidak ada keluhan apa-apa. Seketika Asrori kaget dan menceritakan keluhan tersebut kepada ibunya, Bu Jasmi. Khawatir anaknya mengidap penyakit yang parah, Bu Jasmi mengantarkan anaknya ke mantri. Keluhan bertambah karena Asrori juga merasakan lemas dan pucat, akhirnya mantri menganjurkan Asrori untuk segera ke puskesmas.

Dari puskesmas setelah ditangani oleh dokter dan langsung dirujuk ke RSUD Berkah Pandeglang dengan kecurigaan Limfadenitis coli. Di RSUD Berkah kemudian ditangani oleh dr. Rendi, SpB dan beliau segera melakukan pemeriksaan lanjutan histopatologi ditemukan anak sebar kanker dari jaringan yang diambil. Maka dokter merujuk Asrori untuk ke RS Kanker Dharmais Jakarta.

Asrori akhirnya sampai di RS Dharmais, dan dilakukan pemerikasaan lagi, akhirnya dipastikan bahwa Asrori mengidap penyakit Nonkeratinizing Nasopharingeal Carcinoma-Undifferentiated Stadium III.

Asrori mendapatkan bantuan dari Yayasan Onkologi Anak Indonesia di daerah Tomang untuk menjadi rumah singgah selama pengobatan kankernya. Selama perkembangan pengobatan diketahui bahwa sudah terjadi metastasis / penyebaran dari kankernya ke organ tulang.

Asrori ditemani Ibu Jasmi berjuang dengan keterbatasan biaya yang ada dari hasil jual harta hanya sekitar 8-9 bulan. Kemudian karena keterbatasan biaya hidup selama di Jakarta, Asrori dan Ibunya memutuskan untuk pulang dan berusah berobat tradisional walaupun dengan karaguan akan kesembuhannya.

Berselang empat bulan kemudian, kondisi Asrori semakin memburuk, semakin pucat dan tidak berdaya tidur di sebuah kasur lusuhnya. Asrori seringkali mengerang kesakitan yang muncul terus menerus. Selama di kampungnya Asrori, selepas obat sisa yang dia terima dari RS Dharmais habis, Asrori semakin kesakitan. Hal ini yang memaksanya menghubungi beberapa kawannya dan juga berita ini sampai ke Tim RDK Dompet Dhuafa. Asrori menginginkan dan bertekad kuat untuk melanjutkan pengobatannnya di RS Dharmais.

Setelah melakukan konfirmasi kepada pasien dan orang tua pasien terkait jaminan kesehatan yang dimiliki, dan memastikan penyakit yang diderita pasien, maka Tim RDK yang terdiri dari dr. Pradipta Suarsyaf dan Mamat Ismanto segera konsolidasi termasuk dengan Yayasan Onkologi Anak Indonesia sebagai penyedia tempat singgah Asrori dan Tim RDK pun berangkat dengan fasilitas ambulance serta peralatan medis lengkap pada kamis, 9 Maret 2017.

Tim RDK setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih enam jam, akhirnya tiba di rumah Asrori dan keluarganya yang berada di pedalaman Mandalawangi. Cukup kesulitan Mobil Ambulance LKC Dompet Dhuafa untuk mencapai lokasi Asrori. Tim RDK kemudian memberikan biaya santunan untuk biaya sehari-hari selama di Jakarta. Asrori pun segera diantar ke Graha Yayasan Onkologi Indonesia dan pada hari itu juga Asrori tiba ditujuan.

Semoga Asrori bisa segera mendapatkan pengobatan kankernya dan bisa segera sembuh dari penyakitnya. Amin.

 

Dr. Pradipta Suarsyaf

RDK LKC Dompet Dhuafa

Leave a Reply