081-808-944-888 layandonatur@lkc.or.id

Siti Nureliyah (43); Tetap Berkiprah Sebagai Kader, Berkat Dukungan Keluarga

LKC.DompetDhuafa.ORG (Bogor)-Ragam pengalaman sebagai kader Posyandu banyak dilalui Siti Nureliyah (43), suka dan duka dialamai ibu dari 3 anak ini setiap harinya, mulai dari dibangunkan saat tidur nyenyak di tengah malam, atau terpaksa gak bisa pulang karena permasalahan pasien yang di advokasi butuh pendampingan lanjut, beruntung aktifitas Teh Eel demikian panggilan akrab Siti Nureliyah didukung oleh keluarga terutama sang Suami tercinta, Muhammad Thohir (48)

Lazimnya kader, Siti Nureliyah banyak menghabiskan waktu hari-harinya di rumah sakit, banyak pasien diwilayahnya yang minta diantar ke rumah sakit, baik karena harus dirujuk atau untuk berobat jalan, bahkan jika ada warga yang mau melahirkan maka terlebih dahulu Teh Eel lah yang dicari.

“Saya kadang pengen ketawa pak, masa mau lahiran saja harus ngetok-ngetok pintu rumah saya dulu, untungnya suami pengertian banget, jadi kegiatan saya gak di protes ma keluarga,”terang Teh Eel saat mengikuti acara kegiatan sosialisasi penyakit Tuberculosis (TB) di wilayah desa Cibentang, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor-Jawa Barat.

Pengalaman unik lainnya ia temui saat megikuti kegiatan Petuk Pintu, keterlibatan Teh Eel pada Program LKC Dompet Dhuafa itu dalam rangka menyambut hari Tuberkulosis Dunia. Teh Eel dan puluhan kader lainnya bertugas memberikan penyuluhan tentang bahayanya penyakit TB., terhadap masyarakat di wilayah yang jumlah penderitanya cukup banyak.

“Saya pernah diusir gak tahu kenapa, mungkin disangka mereka kita akan minta sumbangan, di rumah lain malahan ketika kita jelaskan tentang penyakit TB., malah komentarnya adalah curhatannya si yang punya rumah bahwa ia menderita penyakit lain yang mesti segera mendapatkan penanganan medis,”kata Ibu dari Siti Nurleila Arizka,Muhammad Lutfi Fauzi serta Muhammad Ghiyas ikromulloh itu kepada Staff Media LKC Dompet Dhuafa, Senin (13/3/2017)

“Kalau cape iya, cuman kita ada kepuasan tersendiri yaitu kita merasa telah memberikan pencerahan tentang bahaya penyakit TB. Kita menyadari bahwa penyakut TB. sangat berbahaya, selain mematikan juga dapat menularkan ke warga lainnya yang terpapar,”Kata kader yang telah berkiprah selama Sembilan belas tahun itu

Saat ditanya sampai kapan ia akan berkiprah sebagai kader, Teh Eel menjawab mantap bahwa selama ia diberikan umur panjang serta dianugrahi kesehatan, maka ia akan terus berjuang membantu warga masyarakat yang membutuhkannya.(Goesmoeh)

Leave a Reply