081-808-944-888 layandonatur@lkc.or.id

Dok ; Goesmoeh

Sapar (51), Supir Bajaj Itu Menabung Selama 2 Tahun Untuk Membeli Laptop.

Dok ; GoesmoehLKCDOMPETDHUAFA.ORG (TANGSEL)-Dua tahun sudah Sapar (52) menyisihkan uang hasil dari narik Bajajnya untuk membeli Laptop, Sapar mengakui perlu waktu yang panjang untuk mengabulkan permintaan putri semata wayangnya itu. Pemilik nama asli Suparto itu kini merasa bangga telah dapat memenuhi kebutuhan sekolah anaknya Yola Tania (15) yang kini duduk dibangku kelas 3 SLTP Negri di bilangan Kebayoran Lama-Jaksel itu.

“Saya sama istri saya juga Yola kita sama-sama nabung, selama dua tahun kalau saya selesai narik bajaj terus ada kelebihan suka saya celengin, istri saya juga kalau sudah dagang keliling juga suka nabung,juga  sama anak saya juga kalau dikasih jajan agak besar juga nabung, kita semua nabung buat beli laptop ini,”ungkap Sapar.

Sapar menuturkan bahwa sejak pertama masuk sekolah, putrinya dituntut untuk memiliki laptop, pasalnya banyak tugas-tugas yang harus dikerjakan menggunakan laptop, sebelumnya saat mendapatkan tugas yang memerlukan laptop putrinya sering meminjam barang tersebut kepada temannya.

“Gurunya sih memperbolehkan anak saya minjem laptop sama temannya, namun namanya minjem kan harus nunggu dulu temannya selesai baru kita boleh pakai,”terang lelaki yang tercatat menjadi member LKC Dompet Dhuafa dengan no Id. 17002.

Namun tatkala uang telah terkumpul, Sapar kebingungan kemana mencari laptop yang diinginkan anaknya, akhirnya Sapar memberanikan diri bertanya kepada salah satu perawat LKC Dompet Dhuafa saat ia berkunjung dalam rangka kontrol penyakit diabetes mellitusnya.

“Saya waktu itu nanya mba Umay siapa tahu ada yang mau jual laptop bekas yang terjangkau harganya oleh saya, namun mba Umay menyarankan saya untuk membeli yang baru dan mengenalkan saya dengan petugas LKC bagian IT”Kata Sapar saat mengambil laptop pesanannya di LKC Dompet Dhuafa, Senin (23/1/2017).

Akhirnya Sapar menitipkan uang tabungannya kepada karyawan LKC Dompet Dhuafa guna membeli laptop yang diinginkan putrinya, sekalian ia minta diinstal kan laptop barunya tersebut agar mempermudah anaknya mengoperasikannya.

Sapar yang tinggal di JL. Sairi, Kebyoran Lama-Jaksel itu merasa bangga bahwa ia telah berhasil memberikan hadiah untuk fasilitas sekolah anaknya, ia berharap bahwa anaknya dapat sukses dalam pendidikannya yang kelak dapat menjadi kebanggan orang tuanya saat anaknya telah mandiri.

Sapar beserta istrinya Sakwen (50) bertekad akan membesarkan anaknya dengan pendidikan yang baik sesuai dengan kemampuannya, kerja kerasnya sebagai supir bajaj akan terobati manakala melihat anaknya dapat mengenyam pendidikan yang tinggi (Goesmoeh)

 

Leave a Reply