Nurlaeliyah Tegar Berjuang ditengah Menderita Tumor

pasien-tumor-kandunganLKC.DOMPETDHUAFA.ORG (DEPOK) – Perjuangan Nurlaeliyah (46) menjadi orang tua tunggal tentu tidaklah ringan. Ditengah upaya menghidupi 6 orang anak – anaknya, perempuan yang ditinggal mati suaminya (alm) Sony Mamat Saputra 7 tahun yang lalu ini meski menanggung derita penyakit tumor kandungan.

Namun perempuan paruh baya ini tak lantas putus harapan, ia tetap berusaha untuk bekerja meski tengah berjuang melawan penyakit tumor yang terus menggerogotinya. “Saya kerja apa saja pak, mulai buruh cuci atau kerjaan apa saja yang penting halal dan bisa menghidupi anak-anaknya,” tutur perempuan yang akrab disapa Leli ini kepada Staf Media LKC Dompet Dhuafa.

Warga asal Pandeglang – Banten itu menuturkan, bahwa semenjak suaminya meninggal, otomatis semua kebutuhan rumah tangga dan anak anaknya menjadi tanggung jawab dirinya. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat untuk membesarkan anak-anaknya ditengah himpitan ekonomi yang semakin sulit.

Beban Leli terasa ringan saat anak lelakinya yang paling besar, Rio Bimo (18) sudah dapat bekerja membantu meringankan bebannya. Rio kini telah bekerja di bagian gudang di kawasan Bojongsari – Depok, alhasil uang hasil jerih payah anaknya itu dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Untung ada yang bantu-bantu anak lelaki saya walaupun cuman kuli di bagian gudang, tapi itu cukup buat membantu meringankan beban saya,” ungkap perempuan yang tinggal mengontrak di Jl. H. Abdul Wahab, RT 02 RW 02, Gg. Mata Air,Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok itu dengan haru.

Semakin hari penyakit tumor yang dideritanya menyebabkan perutnya semakin membuncit, layaknya orang hamil. Kondisi itu semakin membuat dirinya prihatin dan kuatir.

Ia juga terus berusaha mencari bantuan untuk mengobatinya. Beberapa kali memeriksa penyakit tumornya ke RSUD setempat, namun karena tidak memiliki biaya dan kartu jaminan kesehatan apa pun upaya operasi yang meski dilakukan gagal.

“Saya berkali-kali mendatangi rumah sakit daerah (RSUD) namun terus diundur pemeriksaannya karena banyak yang harus saya lengkapi berkasnya, saya gak ngerti pak,” ungkapnya saat mendaftar menjadi member LKC Dompet Dhuafa Ciputat, Kamis (16/12).

Beruntung, kini Leli sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Sambil berharap dapat menjadi peserta LKC Dompet Dhuafa dan mendapatkan bantuan, Ia berharap penyakit tumor yang dideritanya dapat segera dioperasi.

“Mungkin sebentar lagi saya akan dijadwalkan untuk dioperasi di rumah sakit Fatmawati pak,” kata Leli penuh harap mengakhiri (gm/mj)

Leave a Reply