Ramadhan Bulan Penuh Berkah

ramadhan bulan berkahMarhaban ya Ramadhan. Marhaban berasal dari kata rahb yang berarti “luas atau lapang”. Sehingga jika kita mengucapkan marhaban kepada bulan Ramadhan, berarti kita menyambut Ramadhan sebagai tamu dengan dada yang lapang, penuh kegembiraan serta menyiapkan “ruangan” yang luas dalam hati kita, dalam ucap dan gerak kita untuk Ramadhan.

Bagaimana kita tidak bergembira jika Rasulullah mengabarkan kedatangan bulan Ramadhan sebagai bulan yang berkah? ”Telah datang kepada kalian ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan.” (HR. Ahmad)

Berkah menurut Imam Ghazali adalah ziyadatul khair ( bertambahnya kebaikan ). Allah sediakan begitu banyak kebaikan pada bulan ini. “Dalam bulan biasa, pahala setiap kebajikan dilipatgandakan 10 kali lipat, namun dalam bulan Ramadhan pahala amalan wajib dilipatgandakan 70 kali lipat”, sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan Muslim.”Dan amalan yang sunah disamakan dengan pahala amalan wajib di luar Ramadhan.”

Di bulan inilah lailatul qadar membentang, malam diturunkannya Al Quran. Ibadah kita di malam itu lebih baik dari seribu bulan. Malam yang apabila kita beribadah di dalamnya, maka ibadah itu dinilai lebih baik dari 83 tahun lamanya. Bahkan dalam kebiasaan berbahasa Arab, ditemukan penyebutan “alfi” atau seribu itu bisa bermakna tak terhingga.

Puasa dan shalat malam menjadi pintu ampunan-Nya. Sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa puasa pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala Allah Subhanahu wata’aala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” “Barang siapa yang menunaikan qiyam Ramadhan (sebulan penuh) dengan keimanan (meyakini pahala yang dijanjikan Allah) dan mencari pahala dari Allah maka diampuni dosanya yang telah lalu.”

Doa-doa melesat tak berhijab dan tak tertolak karena puasa. Berkah Ramadhan lainnya adalah mustajabnya doa-doa. Karena sebulan ini kita berpuasa dan salah satu orang yang tak tertolak doanya adalah orang yang berpuasa. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga doa yang tidak tertolak: (1) doa pemimpin yang adil, (2) doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) doa orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi )

Kemesraan dengan Allah menjadi berkah yang luar biasa di bulan ini. Kemesraan itu berlanjut dengan tuntunan sang Nabi untuk berbagi kepada sesama. “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi ). Apalagi secara khusus, Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengungkapkan shadaqah yang paling afdhal ( utama ) adalah shadaqah pada bulan Ramadhan.

Maka, di masjid-masjid berlimpah makanan berbuka sebagai wujud semangat berbagi yang ditebarkan Nabi. Titipan dana zakat, infaq, shadaqah & wakaf di Lembaga Amil Zakat meningkat. Orang-orang miskin seperti dimanjakan, namun mereka juga harus nyemplung dalam semangat berbagi. Zakat fitrah menjadi kewajiban muslim tanpa terkecuali, termasuk mereka yang miskin.

Keberkahan berbagi ini adalah membersihkan jiwa dan harta kita untuk semakin dekat dengan Allah dan dekat kepada sesama.
Salah satu hikmah dari puasa yaitu supaya kita dapat merasakan penderitaan orang-orang yang lapar. Shadaqah adalah bukti iman yang mengandung energi cinta kepada sesama. “Seseorang tidak disebut mukmin..”, kata Nabi dalam riwayat Bukhari.” Selama belum mencintai sesamanya sebagaimana mencintai dirinya sendiri. “

Shadaqah menjadi begitu istimewa dengan keberkahannya yang luar biasa. Balasannya dapat mencapai 700 kali lipat. Apalagi di bulan Ramadhan dimana pahala amal-amal dilipatgandakan. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2: 261).

Semoga Allah mengaruniakan keberkahan bagi kita di bulan ini. Kita sambut Ramadhan dengan ucapan, selamat datang bulan berkah, marhaban yaa Ramadhan” melapangkan niat dan gerak kita untuk amaliyah Ramadhan untuk menyongsong ampunan-Nya dan menjadi bagian dari orang-orang yang bertakwa.

Oleh : H Arif Rahman (Ka. Keuangan LKC Dompet Dhuafa)

Leave a Reply