081-808-944-888 layandonatur@lkc.or.id

Marlinah, Aktifis Sosial Korban Penggusuran di Kampung Luar Batang

marlinah aktifis sosial kp luar batangLKC.DOMPETDHUAFA.ORG (TOKOH) – Ketenangan hidup Marlinah (38) kini terusik, ia yang sehari-hari berdagang mpe-mpe dan tekwan kini tak memiliki tempat tinggal. Rumah tua tempat tinggalnya yang telah ia rehab hingga menghabiskan dana hingga ratusan juta itu kini rata dengan tanah. Itupun uang hasil usahanya yang dikumpulkan selama puluhan tahun.

Perempuan yang kerap disapa Linah ini tidak menyangka, rumah yang sebelumnya ia beli dari pemilik sebelumnya yang beranggotakan polisi, sekarang digusur karena diklaim sebagai rumah dan tanah milik Negara. Sehingga ia dengan 350 kepala keluarga lainnya mesti mengungsi terkena dampak revitalisasi lahan yang diperuntukan ruang terbuka hijau oleh Pemprov DKI Jakarta.

Semenjak penggusuran yang dilakukan oleh pihak Pemprov beberapa waktu lalu, Linah dan bersama warga lain yang masih bertahan terus berupaya melakukan perlawanan dan mencari bantuan hukum untuk menuntut keadilan.

“Kami beserta yang lainnya meminta bantuan pendampingan hukum dari Pak Yusril (Yusril Ihza Mahendra-Red), dan kemarin kita melakukan audiensi dengan anggota DPR dibantu oleh Bu Ratna (Ratna Sarumpaet-Aktifis Perempuan),” terang Linah

Meskipun Linah menjadi korban penggusuran rumah, namun perempuan yang telah tiga tahun aktif diberbagai kegiatan sosial menjadi Kader Posyandu, Kader Lansia, dan Kader Posbindu serta Jumantik itu tidak lantas larut dalam kesedihan. Ia tetap bersemangat, bahkan saat ini bertugas sebagai koordinator korban penggusuran yang mengatur bagaimana para pencari keadilan itu dapat terkontrol makanannya serta kebutuhan pokok lainnya.

Ibu dari dua anak itu berupaya agar setiap warga yang saat ini mengungsi di Aula Masjid Luar Batang itu terlayani kebutuhan pokoknya, “Kita membuat dapur umum dengan Dompet Dhuafa, dan untuk juru masaknya warga pengungsi bergiliran, semua kebutuhan pokok disini kita atur,” tutur Linah yang sudah puluhan tahun tinggal di Jl. Pasar Ikan Aquarium, RT. 01 RW. 04, No. 16, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Bagi Linah larut dalam kesedihan bukan sikap yang bijak dalam menghadapi masalah yang terjadi, ia mengajak semua yang menjadi korban penggusuran Revitalisasi lahan yang diperuntukan untuk ruang terbuka hijau itu mencari solusi bersama dalam mendapatkan keadilan yang selama ini diperjuangkannya. (gm/mj)

Leave a Reply