081-808-944-888 layandonatur@lkc.or.id

Meneladani Kesehatan Rosulullah

gurun rasulullahRosulullah adalah suri tauladan dalam segala urusan kehidupan, termasuk juga dalam masalah kesehatan. Beliau memberikan contoh bagaimana berperilaku hidup yang sehat sehingga dalam seumur hidup beliau hanya mengalami sakit dua kali yaitu ketika disuguhi daging beracun oleh wanita Yahudi di Khaibar dan ketika menjelang wafat beliau yang sebenarnya juga masih bagian dampak dari racun tersebut.

Masya Allah sungguh luar biasa kesehatan Rosulullah, karena manusia sekarang sudah tidak terhitung berapa kali mengalami sakit dalam seumur hidupnya, bahkan di Indonesia termasuk negara yang memiliki tingkat kematian tinggi karena penyakit seperti Stroke, Jantung, Deabetes Militus, TBC, Hipertensi dan lain-lain. Khusus untuk TBC maka Indonesia berada di posisi nomer 2 di seluruh dunia.

Membahas kesehatan Rosulullah maka juga melihat postur tubuh Rosulullah yang ideal. Beliau menunjukkan ciri-ciri fisik manusia yang sehat yaitu tidak gendut, perut beliau rata, dada bidang, tangan dan kaki yang tegap dan pandangan mata yang berbinar. Kondis ini sangat mendukung dalam aktivitas beliau sebagai utusan Allah yang membutuhkan energi yang besar.

Rosulullah menempatkan kesehatan pada posisi yang yang utama selain masalah keimanan dan ampunan. Rosulullah bersabda :

“Mohonlah ampunan dan afiat. Sesungguhnya seorang hamba tidak memperoleh karunia yang lebih baik setelah (memperoleh) al-yaqiin dari menerima afiat” (HR. At Tirmidzi 3558)

Allahumma inni as aluka afwa wal ‘afiyah fiddunya wal akhirah. Allahumma inni as aluka afwa wal ‘afiyah fiddinii wa ahlii wa maali.

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku betul-betul memohon kepadaMu maaf, dan ‘afiyat di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku betul-betul memohon kepadaMu maaf dan ‘afiyat pada agamaku, keluargaku dan hartaku…” (HR. Abu Daud 5074)

Para ulama menjelaskan bahwa makna ‘afiat adalah kesehatan baik di dunia maupun akhirat yaitu terhindar dari musibah, sakit, kecelakaan di dunia dan musibah beruba siksa di akhirat.

Para ulama telah mengkaji kehidupan Rosulullah dan menemukan rahasia-rahasia kesehatan Rosulullah yang kelihatannya sederhana tetapi luar biasa hasilnya bila kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rahasia sunah kesehatan Rosulullah tersebut adalah :

1. Tidur tidak terlalu malam

Rosulullah terbiasa tidur setelah sholat isya’, memberikan hak tubuh untuk istirahat, sehingga organ tubuh bisa istirahat dan melakukan proses sinkronisasi serta detoksifikasi.

Allah berfirman : “Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash:73)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra. ia berkata: “Nabi SAW selalu melarang kami berbincang-bincang setelah Isya’.” (HR Ahmad, Ibnu Majah).

Dampak buruk sering tidur larut malam atau begadang adalah rawan terkena penyakit kanker seperti disebutkan oleh Agen Penelitian Kanker Internasional (IARC). Pakar Kesehatan Denmark dari Institute of Cancer Epidemiology menyatakan, setelah memeriksa 7.000 wanita berusia 30 hingga 54 tahun, diketahui wanita yang bekerja setidaknya selama enam bulan pada malam hari, memiliki peluang lebih tinggi mengidap tumor payudara.

Mereka yang sering lembur malam hari juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Para ilmuwan dari University of Milan memeriksa 22 ahli logam pria yang memiliki jam kerja berbeda setiap minggunya.

Selain memperhatikan waktu tidur maka cara tidur yang sehatpun dicontohkan oleh Rasulullah. Rasulullah ketika tidur diawali dengan wudhu, lalu berdoa, posisi tidur dengan memiringkan tubuh kearah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Tekadang beliau memiringkan badannya kesebelah kiri sebentar,untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling baik, menjadikan sehat dan bugar.

2. Bangun di pagi hari

Allah berfirman “Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” (QS. Al Muzzamil: 2-3)

Rosulullah bersabda : “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Rasulullah terbiasa bangun tidur di sepertiga malam terakhir yaitu sekitar pukul 2 dini hari, berdoa, bersiwak, terkadang mandi lalu berwudhu dan sholat . Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan di AS selama enam tahun dengan responden berusia 30 sampai dengan 120 tahun menyimpulkan bahwa orang yang biasa tidur lebih dari 8 jam sehari memiliki risiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang bisa tidur 6 – 7 jam sehari. Rasulullah biasa tidur setelah Isya lalu bangun malam, kurang lebih tidur beliau adalah 6 jam.

Menurut Dr. Muslim Nathin, bangun pagi juga dapat dapat mengurangi kecenderungan terserang panyakit kardiovaskular atau gangguan jantung dan pembuluh darah. Peneliti dari Roehampton University di Inggris juga menyimpulkan kalau bangun pagi membuat tubuh lebih sehat, mood yang baik, dan membuat orang memiliki indeks massa tubuh ideal. “Mereka yang bangun pagi cenderung lebih sehat dan lebih bahagia,” ungkap peneliti Dr Joerg Huber, yang dikutip melalui Medicmagic.

3. Makan yang halal dan thayyib (baik)

Allah berfirman : “Hai sekalian manusia makan-makanlah yang halal lagi baik dariapa yang terdapat di bumi dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena syaitan musuh yang nyata bagimu.” (QS Al Baqarah : 168)

Makanan yang halal dan baik ada makanan terbaik yang telah ditentukan oleh Allah. Makanan yang diharamkan maka mempunyai dampak buruk untuk manusia seperti babi, minuman keras, bangkai, darah mengalir dan lain-lain.

Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia. Keduanya menyatakan: “Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus & kolon”. Persentase penderita penyakit ini di negara negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.

Institut Kedokteran di Eropa pada tahun 1961 meneliti dampak-dampak buruk sosial yang ditimbulkan dari barang-barang alkoholik adalah sebagai berikut: 50 persen pelaku pembunuhan massal, 77,8 persen perkelahian dan pertikaian lantaran pengaruh minuman beralkohol, 88,5 persen pencurian berkaitan dengan bahan-bahan alkoholik, dan 88,8 persen dampak-dampak penyimpangan seksual yang disebabkan oleh bahan-bahan alkoholik.

Selain halal maka Allah memerintahkan kita untuk memakan yang baik secara kualitas yaitu bergizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh, tidak mengandung zat yang membahayak tubuh seperti zat kimia yang berbahaya.
Rosulullah bersabda : “Sumber dari pada penyakit adalah perut. Perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu adalah obat” (HR. Muslim).

Para peneliti kesehatan juga menyatakan bahwa perut merupakan gudang penyakit, dr. Henry B Beley dari USA mengatakan : “Penyebab segala penyakit bukan dari bakteri, melainkan toksin/ racun yang berawal dari keracunan makanan. Toksin/ racun ini menyebabkan rusaknya sel tissu sehingga terjangkit bakteri”

Hal terpenting dalam makanan selanjutnya adalah makan dengan tidak berlebihan. Allah berfirman : “Makan dan minumlah kalian, namun jangan berlebih-lebihan (boros) karena Allah tidak mencintai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS Al-A’raf:31).

Rasulullah bersabda: “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

4. Kekuatan Ruhiyah

Tingginya tingkat ruhiyah seseorang yang diperoleh dengan cara iman dan ibadah secara ikhlash, benar dan khusyu akan melahirkan hati yang tenang, terjauhkan dari berbagai penyakit hati dan mendukung kekuatan kesehatan fikiran serta fisik.

Allah berfirman : “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45)

Dalam surat lain Allah : ““Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS Al Isro’ : 82)

“ Hanya dengan mengingat Allah (Dzikrullah) hati akan menjadi tenang (QS. Ar Ra’d : 28).

Beberapa firman Allah diatas memberikan penjelasan kepada kita tentang korelasi antara ibadah dengan ketenangan jiwa. Ketenangan jiwa ini akan berdampak kepada kesehatan, karena orang yang ruhiyahnya tinggi maka dapat terhindar dari berbagai penyakit hati pemarah, dengki, stress, putus asa dan lain-lain.

Penelitian yang dilakukan beberapa ahli menyebutkan bahwa penyakit hati tersebut berdampak pada kesehatan tubuh. The European Heart Journal Acute Cardiovascular Care, menyatakan bahwa orang yang marah secara intens akan meningkatkan risiko sampai 8,5 kali terkena serangan jantung. Menurut dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, MMB dari Departemen Penyakit Dalam Divisi Gastroenterologi RSUPN Cipto Mangunkusumo, 80 persen penyakit maag termasuk jenis fungsional.

Maksudnya, tidak ada kelainan pada saluran cerna, namun disebabkan oleh stres, kurang tidur, beban pekerjaan, juga makan tidak teratur.

5. Olah Raga dan Pola Hidup Sehat lainnya

Rosulullah bersabda : “Ajarilah anakmu (olahraga) berenang dan memanah” (HR.Dailami).

Rosulullah terbiasa jalan kaki ketika ke masjid, ke rumah sahabat dengan jarak beberapa kilo meter, berlomba lari dengan istri beliau, bahkan beliau mampu mengalahkan ahli gulat Mekkah bernama Ruhana sehingga dia masuk Islam.
Daniel M. Landers, profesor ilmu kesehatan fisik dan olahraga dari Univeritas Arizona melakukan penelitan tentang olah raga dan hasilnya adalah dengan menggerakkan tubuh selama 10 menit setiap hari kesehatan mental kita akan meningkat cepat. Selain itu daya pikir akan bertambah jernih dan yang menggembirakan dapat mengurangi ketegangan alias stress serta membuat perasaan menjadi selalu riang.

Selain masalah olah raga maka Rosulullah mengajarkan juga tentang gaya hidup sehat lain seperti sikat gigi, memotong kuku, bulu ketiak, kemaluan, mandi, bersuci setelah buang air, menjaga kebersihan, menutup tempat air dan makanan dan lain-lain.

Kebiasaan sehat yang dilakukan oleh Rosulullah ini sungguh luar biasa, kebanyakan manusia sekarang tidak menjalankan dengan baik, sehingga kualitas kesehatan sangat jauh dibandingkan Rosulullah. Sebagai umat Islam yang mencintai Allah dan Rosulullah maka sudah selayaknya untuk mengikuti pola hidup Rosulullah dalam segala bidang termasuk dalam masalah kesehatan. Ketika badan sehat maka akan mendukung ibadah dan kinerja kita sebagai muslim, bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat dan Islam.

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah” (HR Muslim, Ahmad)

Ditulis oleh : Herman Budianto, M.Si (Direktur Yayasan Kesehatan Dompet Dhuafa)

Leave a Reply