Dwi Lindasari, Dari Relawan Jadi Karyawan

lkc.dompetdhuafa.org (JAKARTA) – Tak pernah diduga sebelumnya bahwa Dwi Lindasari (38) akan menjadi bagian keluarga besar LKC Dompet Dhuafa. Ia yang awal tahun 2008 direkrut untuk menjadi kader Tuberkullosis (TB) oleh LKC Dompet Dhuafa itu  akhirnya menjadi karyawan LKC Dompet Dhuafa Cabang Bekasi.

sejak tahun 2010, Wanita berjilbab ini mengaku enjoy dengan kegiatan yang dilakoninya sekarang, meskipun ia terpaksa jarang sekali berkumpul dengan keluarganya.

Saya awalnya menjadi relawan kader LKC, waktu itu saya dilatih LKC untuk menjadi kader TB. setelah itu saya menjadi icon kader yang aktif menyebarkan informasi tentang TB ke masyarakat” kenang Dwi, saat menjawab pertanyaan Staf Media LKC Dompet Dhuafa di Gedung RS. Mekarsari dalam Pelatihan Kader TB, Selasa (25/8)

Sebagai pelaksana lapangan Program TB Dwi dituntut untuk mengerti dan memahami, lokasi serta karakteristik warga setempat, ia yang bertugas mencari dan mendata seluruh kader yang ada diwilayah Bekasi itu mau tidak mau harus sering berbaur dengan masyarakat luas.

Pertama saya menginjakan kaki di Bekasi ini, saya bertekad akan membantu masyarakat yang tidak mampu sesuai kapasitas saya” ungkap Ibu dari tiga anak itu.

Perempuan berjilbab yang tercatat tinggal di JL. Raya Pekayon RT 01 RW 02, Kelurahan Pekayon Jaya,Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi itu menuturkan bahwa selama menjadi relawan dan sekarang bergabung dengan LKC Dompet Dhuafa banyak ilmu dan pengalaman menarik yang ia dapatkan, ia yang sering keluar masuk kampung dan menyisir kantong-kantong kemiskinan di wilayah Bekasi itu jadi memahami bagaimana kondisi kehidupan masayarakat yang sesungguhnya

Kalau dilihat dari materi mungkin bagi orang lain nilainya gak cukup, namun dari ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan menjadikan saya bangga berada ditengah-tengah LKC, saya bisa kenal banyak orang, dan saya bisa tahu arti sebuah kehidupan ketika saya melihat orang-orang yang jauh kurang beruntung dibandingkan saya” ungkap Istri Masror itu dengan haru

Namun aktivitas yang di lalui Dwi gak selamanya berjalan mulus, awal kegiatannya ia kerap kali mendapatkan sikap yang kurang mengenakan tatkala ia melakukan penyuluhan kesehatan. Pasalnya karena latar belakangnya bukan dari pendidikan medis, awalnya masyarakat merasa ragu dengan apa yang disampaikan.

 “Saya basiknya bukan medis, melainkan D3 Akutansi, namun sekarang ngurusin orang sakit, awalnya masyarakat ragu dengan latar belakang saya yang bukan dari medis namun berkecimpung di dunia kesehatan, akhirnya setelah mereka tahu kerja saya sekarang Alhamdulillah mereka mengakui hasilnya” ungkapnya dengan senyum bahagia. (gm/mj)

Leave a Reply