081-808-944-888 layandonatur@lkc.or.id

Hati – Hati ! Virus Syaitan di Facebook

virus-facebookSiapa sih yang tidak kenal dengan Facebook. Salah satu jejaring sosial dijagat maya yang sudah sangat akrab dengan kehidupan kita. Baik dikalangan anak remaja hingga para orang tua. Hampir kebanyakan orang memiliki akun pribadi di Facebook, karena saat ini jaringan internet sudah sangat mudah di akses melalui hand phone yang selalu ada dalam genggaman.

Jejaring sosial media besutan Mark Elliot Zuckerberg ini seringkali menjadi sarana untuk saling berbagi banyak informasi. Bukan hanya informasi berupa tulisan namun juga berbagi dalam bentuk foto dan video. Sehingga informasi itu dengan mudah dan cepat di baca dan di lihat oleh sekian banyak orang yang masuk dalam pertemanan.

Bahkan jika informsai yang disebarkan menarik perhatian banyak teman, status itu akan di share sehingga akan semakin banyak orang yang tahu atau yang dikenal dengan istilah viral. Kalau informasi yang kita sebarkan memiliki nilai positif, semakin menambah ilmu, wawasan hingga menginspirasi dan memotivasi ke arah yang lebih baik, tentunya akan membawa manfaat dan menjadi kebaikan bagi diri sendiri bahkan banyak orang.

Namun jika sebaliknya, status yang kita sebarkan menjadi berita yang menjurus ke arah fitnah, ghibah atau sekedar keluh kesah yang justru lebih membuka aib diri dan tidak menjadi solusi, maka hal itu akan berdampak negatif, bahkan kesia – siaan. Celakanya lagi kalau berita yang kita sebarkan terkait dengan pribadi orang lain. Seandainya itu adalah keburukan maka kita yang menyebarkan termasuk dalam kelompok orang yang menyebarkan fitnah atau ghibah yang berujung menjadi dosa. Parahnya lagi dosa itu menjadi berlipat ganda karena disebarkan dan diikuti banyak orang. Itulah virus syaitan di Facebook.

Rasulullah saw mengingatkan kepada kita melalui sabdanya, Rasulullah: “Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” [H.R. Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563]

Update status melalui akun facebook sepertinya sudah menjadi kebiasaan setiap orang. Setiap kali ada kejadian terkait dengan pribadi atau berita orang lain, lantas kita dengan mudahnya mengupdate dan menyebarkan. Sudah selayaknya kita memilah dan memilih status yang ingin kita sebarkan. Karena konten status melalui akun facebook merupakan cermin kepribadian seseorang.

Tentunya kita ingin dikenal menjadi manusia yang memiliki kepribadian baik (akhlaq karimah). Dengan senantiasa menyebarkan hal – hal yang bernilai postif, meskipun melalui status di akun jejaring media sosial facebook.  Update status di akun facebook tak lepas dari apa yang kita pikirkan dan dipercakapkan. Dalam Islam diam jauh lebih utama apabila kita tidak mampu untuk berbicara baik. Karena itu adalah ciri orang yang beriman.

Rasulullah saw bersabda,“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Al-Bukhari).

Allah SWT berfirman,“Dan katakanlah kepada hamba² KU: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”(QS.17-Al Israa’:53)

Jadi hati – hatilah dengan Facebook. Mari kita gunakan akun facebook dengan bijak, gunakan hanya untuk saling berbagi informasi yang bermanfaat, dan jauhi segala konten yang merusak. Agar kita terhindar dari virus syaitan yang selalu menjebak.

Salam Bahagia Di Dunia dan Akhirat !!

Oleh : Muhammad, S.Sos.I (Kabag Komunikasi Program LKC Dompet Dhuafa)

Leave a Reply