Obral Besar Segera Datang

Salah satu nikmat terbesar yang ALLAH berikan  adalah nikmat usia hingga sampai usia kita saat ini. Dan Alhamdulillah kita telah sampai di akhir bulan di mana amal-amal diangkat kepada Rabb Semesta Alam; maka aku suka jika amalku diangkat, sedang aku dalam keadaan puasa (HR. Ahmad dan Nasa’i)

Bulan di mana Rasulullah puasa paling banyak di bandingkan bulan lain selain bulan Ramadhan, Inilah bulan Sya’ban. Bulan yang menandai bahwa Ramadhan sudah dekat.  Semoga ALLAH menyampaikan usia kita sampai di bulan Ramadhan sebagaimana doa kita, “Allaahumma Baariklanaa fii Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadhaan.”(Yaa ALLAH berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan).

Doa ini mengisyaratkan betapa penting dan berharganya Ramadhan, betapa mulia dan agungnya bulan Puasa ini. Karena doa ini mengisyaratkan kerinduan, rindu bertemu Ramadhan. Kerinduan ini tentu karena Ramadhan memiliki keistimewaan yang luar biasa. Keistimewaan yang jarang atau bahkan tidak ditemui di bulan lain.

Inilah bulan di mana ALLAH mengadakan great sale, obral besar-besaran. Di antara obral-obral yang akan kita temui dan sayang untuk kita lewatkan :

Pertama, Obral pahala.

“…Barang siapa yang melakukan kebaikan (ibadah sunah) di bulan itu pahalanya seperti melakukan ibadah wajib dibanding bulan yang lainnya. Dan barang siapa melakukan kewajiban di dalamnya, maka pahalanya seperti melakukan 70 kewajiban dibanding bulan lainnya…(HR.Ibnu Huzaimah).

Selain berlipatnya pahala wajib dan sunnah, pada bulan Ramadhan ini terdapat malam lailatul qadar yang dikenal sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Apabila kita beribadah pada malam itu maka nilainya berlipat-lipat seperti beribadah lebih dari 83 tahun lamanya.

Dan orang yang berpuasa punya kedudukan khusus di mata ALLAH dengan pahala tak terukur dan tak berhingga, “Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. ALLAH ta’ala berkata: ‘Kecuali puasa, maka AKU yang akan membalas orang yang menjalankannya karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsunya dan makannya karena AKU’.” (HR. Muslim)

ALLAH SWT akan melipatgandakan pahalanya bukan sekedar 10 atau 700 kali lipat namun akan dibalas sesuai dengan keinginan-NYA.

Kedua, Obral Pengabulan doa.

Ada sebuah ayat yang diapit oleh ayat-ayat yang membahas bulan Ramadhan dan hukum puasa, yaitu ayat tentang doa :

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang AKU, maka (katakanlah) bahwa AKU adalah dekat. AKU mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaKU. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKU) dan hendaklah mereka beriman kepadaKU, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (Al-Baqarah: 186)

Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya, “Disisipkannya ayat ini di tengah-tengah penjelasan hukum-hukum puasa merupakan petunjuk sekaligus motivasi untuk banyak berdoa pada saat menyelesaikan bilangan puasa, bahkan pada setiap moment berbuka puasa .”

Di antara waktu di mana doa tidak tertolak adalah ketika sedang berpuasa,sebagaimana sabda Rasulullaah saw. “Ada tiga orang yang tidak tertolak doanya; seorang yang berpuasa sehingga berbuka, seorang pemimpin yang adil, seorang yang terdzalimi” (HR. Ibnu Hibbân).

Bayangkan, kita berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, maka sebanyak itu pula peluang kita untuk pada waktu-waktu yang mustajab,

Ketiga, obral pengampunan dosa.

Yang luar biasa pentingnya pada bulan ini adalah kesempatan kita untuk diampuni atas dosa-dosa. ALLAH menjanjikan ampunan-NYA bagi orang-orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh, gigih melakukan qiyamullail, serius menggapai lailatul qadar, ataupun bersedekah memberikan makanan berbuka(ifthar).

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari ALLAH Ta’ala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaih)

“Barangsiapa melakukan qiyam(shalat malam) pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari ALLAH, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu .” (Muttafaq alaih).

“Barangsiapa melakukan shalat di malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari ALLAH, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu .” (Muttafaq alaih).

“Barangsiapa yang di dalamnya (bulan Ramadhan) memberi ifthar kepada orang berpuasa, niscaya hal itu menjadi (sebab) ampunan dari dosa-dosanya, dan pembebasan dirinya dari api neraka.” ( HR. Ibnu Khuzaimah )

Semoga kita tidak menjadi manusia yang rugi dan celaka seperti yang nabi kita pernah aminkan ketika Rasulullaah saw mendengar Malaikat Jibril menyebutkan, “Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni (oleh ALLAH SWT).

Masya ALLAH, begitu dahsyatnya obral besar-besaran yang diberikan ALLAH di bulan Ramadhan. Obral pahala, obral pengabulan doa, dan obral ampunan. Semoga kita disampaikan ke bulan suci nan agung, diberikan kekuatan untuk maksimal dalam beribadah di dalamnya. Ini bulan kesungguhan, bulan yang sangat sayang untuk dilewatkan tanpa ibadah. Jauh lebih disayangkan daripada kita melewatkan diskon 90% bahkan gratis untuk produk-produk ternama.

*Ditulis oleh H. Arif Rahman – Ka. Bagian Keuangan LKC Dompet Dhuafa

 

 

Leave a Reply