081-808-944-888 layandonatur@lkc.or.id

Nafsiah, Perempuan Tegar Mengasuh Anak Dengan Sabar

RA. Kartini barangkali akan tersenyum sumringah melihat salah satu perjuangannya dapat diresapi langsung oleh seorang Nafsiah (52). Walaupun dia seorang single Parent untuk kedua anak kembarnya, ditengah kehidupannya yang pas-pasan tetapi Nafsiah tetap semangat menjalani kehidupannya dengan tegar sambil mendidik anak-anaknya.

Kehidupan Pahit yang dijalaninya bermula ia harus menyandang predikat seorang janda karena bercerai dengan suaminya 20 tahun yang lalu, keputusan itu ia terima dengan lapang dada. Apa daya kehidupan  yang pahit dan sekeras apapun harus ia jalani meski harus menanggung beban sendiri dan memikirkan keberlangsungan kehidupan dua anak kembarnya yang diasuhnya sendiri.

Setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Nafsiah rela berjualan apa saja yang bisa menghasilkan sedikit rupiah. Dari satu kampung ke kampung lain ia selusuri jalanan becek dan berbatu tajam,  disamping  ia mesti menjalankan tugas mulianya sebagai seorang guru ngaji dengan mengisi pengajian majlis ta’lim ibu-ibu dan beberapa pengajian private di Pamulang.

“Saya (mengajar) private di Perumahan Reni Jaya dua tempat, Alhamdulillah dapat 400 ribu, tapi kalau pengajian majlis ta’lim saya dibayar dari hasil tanggokan,” ungkap perempuan yang terdaftar sebagai peserta LKC Dompet Dhuafa sejak 2009.

Dahulu sosok perempuan yang pernah tinggal Jl. Gotong Royong RT 04 RW 06 No.36, Desa Cogreg, Kec. Parung, Kab. Bogor, Jawa Barat ini tinggal di rumah petak bersama dua anak dan neneknya. Di rumah petak dengan luas sekitar 4×5 m2 yang berdindingkan bilik bambu dan beralaskan tanah itulah Nafsiah membesarkan dan mendidik kedua anaknya, Walaupun saya sendiri tapi anak harus tetap bersekolah minimal sampai SMA, tuturnya.

Kehidupan berjalan dan perubahanpun nampak dirasakan keluarga Nafsiah. Selain ia aktif banyak mengisi  pengajian ibu-ibu, Nafsiah turut aktif melatih rebbana untuk lansia, irama Rowi  serta Sholawat lainnya. Kini hasil ketegaran dan ketabahan mengasuh anaknya telah berbuah hasil, kedua anaknya, Fahruroji (20) dan Ahmad Fauzi (20), sudah mampu mandiri karena bekerja di bilangan Bekasi.

“Alhamdulillah buat kemana-mana mah sudah ada motor sehingga saya gampang dan cepet, dah gitu yang membuat saya bersyukur lagi anak saya dapet hadiah motor dari undian pembelian motor yang dilakukan oleh Leasing tempat dia kredit, ” ungkapnya senang.

Selain itu Nafsiah sekarang sudah bisa mengontrak rumah yang layak huni di kawasan perumahan Lembah Bukit Calingcing yang berlokasi tidak jauh rumahnya yang dulu. ”Setahun 3 juta bayarnya, tapi saya yakin Alloh akan memberikan rizki pada hambanya,” tuturnya mengakhiri.(Muh/MJ)

Leave a Reply